Lagu perpisahan ini paling sering dibicarakan lewat baris penutupnya, tentang mulai berjalan. Ada satu baris di tengah yang jarang disorot, dan menurut saya baris itulah yang memuat kehilangan paling sulit dinamai: bukan kehilangan kehadiran, tapi kehilangan akses.
Lagu perpisahan ini paling sering dibicarakan lewat baris penutupnya, tentang mulai berjalan. Ada satu baris di tengah yang jarang disorot, dan menurut saya baris itulah yang memuat kehilangan paling sulit dinamai: bukan kehilangan kehadiran, tapi kehilangan akses.
Di chorus pertama, narator hanya bisa bertanya:
"Kono hiroi sora no shita de ima kimi wa nani shiteru no? / Kimi wa genki de imasu ka? Naitari shitemasen ka?" (Di bawah langit yang luas ini, sekarang kamu sedang apa? / Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu tidak sedang menangis?) — Seven Oops, "Kono Hiroi Sora no Shita de"
Pertanyaan seperti ini hanya bisa diajukan oleh orang yang sudah kehilangan jawabannya. Dulu, keadaan orang itu tidak perlu ditanyakan karena sudah diketahui.
Bait kedua menunjukkan dari mana pengetahuan itu dulu datang:
"Namida no wake mo kikazu ni soba ni ite kureta ne" (Tanpa menanyakan alasan air mataku, kamu ada di sampingku)
Tidak ada yang perlu bertanya. Pengetahuan itu terkumpul lewat keberadaan, bukan lewat pertanyaan. Sekarang situasinya terbalik: karena tidak ada di sana, satu-satunya cara narator mengetahui keadaan orang itu adalah bertanya, dan pertanyaannya dilempar ke langit.
Di chorus kedua, pertanyaannya bergeser:
"Kimi no koto wo ichiban shitte iru no wa atashi datta no ni ne..." (Padahal dulu akulah yang paling tahu tentangmu...)
Perhatikan "datta". Itu bentuk lampau. Narator tidak berkata "akulah yang paling tahu", ia berkata "dulu akulah". Ia sendiri yang menaruh tanggal pada pengetahuannya. Tidak ada yang mengumumkan bahwa pengetahuan itu sudah kedaluwarsa. Narator menyadarinya lebih dulu, dari dalam kalimatnya sendiri.
Lagu ini juga menyebut satu benda yang hanya berlaku di antara dua orang:
"Moeru futari dake no SAIN itsumademo wasurenai yo" (Tanda rahasia yang hanya kita berdua yang tahu, tidak akan pernah kulupakan)
Tanda seperti itu hanya bermakna selama dua orang masih memakainya. Begitu salah satu tidak lagi ada di sana, tanda itu tetap diingat, tapi tidak lagi bisa dipakai. Pengetahuan yang lahir dari dua orang tidak punya tempat lain untuk disimpan.
Kehilangan yang paling sulit dinamai di lagu ini bukan kehadiran, tapi posisi sebagai orang yang paling tahu.
Banyak pembacaan lagu ini berhenti di "mulai berjalan", dan itu sah. Tulisan ini memegang bagian sebelumnya, karena di situlah lagu ini paling dekat dengan tema edisi. Kalau kita membaca "jarak" sebagai sesuatu yang hanya terjadi ketika seseorang pergi, lagu ini menawarkan bacaan lain: jarak bisa mulai dari menyusutnya akses. Ketika seseorang berhenti bercerita sedalam dulu, atau ketika percakapan yang dulu terasa kaya perlahan jadi dangkal, yang menyusut lebih dulu bukan orangnya, tapi seberapa banyak yang masih diketahui tentangnya. Ini salah satu cara membaca, bukan hukum. Tapi cara ini menjelaskan kenapa jarak kadang terasa sebelum siapa pun pergi.
Lensa kesadaran bekerja di sini lewat pembedaan yang halus. "Aku tahu dia" dan "aku tahu dia yang dulu" adalah dua kalimat yang berbeda, dan hidup sehari-hari jarang memaksa kita memilih di antara keduanya. Pengetahuan tentang seseorang bukan status permanen. Ia butuh diperbarui lewat kontak, dan ketika kontaknya menipis, yang tersisa adalah versi lama yang masih terasa seperti versi terkini.
Penutup lagu ini pun tidak menyembunyikan apa yang masih tersisa:
"Harisake sou na mune no itami wa atashi to kimi wo tsunaide ita nda" (Rasa sakit yang hampir meledak itulah yang menghubungkan aku dan kamu)
Yang masih menghubungkan dua orang itu bukan lagi pengetahuan tentang satu sama lain, tapi rasa sakitnya. Itu pengakuan yang jujur, dan tidak nyaman.
Lagu ini tidak menawarkan cara memulihkan akses yang hilang. Ia hanya memberi nama pada apa yang hilang, dan itu cukup untuk mengubah cara kita membaca kalimat "kami sudah tidak dekat lagi". Mungkin yang lebih tepat adalah "aku sudah tidak tahu lagi".
Seberapa lama pengetahuanmu tentang seseorang masih layak disebut "tahu"?