ON AIR
EDISI Yang Masih Bisa Kugenggam 5 min
LAGU Teh Hijau Tulus

Sederhana tapi Mengena

EXCERPT

Kalau kamu sedang menghadapi sesuatu yang jauh lebih besar dari kapasitasmu untuk menyelesaikannya sekarang — apa hal kecil yang sudah ada di tanganmu, yang selama ini belum kamu sadari sebagai bentuk kendali?

Teh Hijau — Tulus: Sederhana tapi Mengena

Lagu ini dibuka dengan berbagai macam saran besar bagi seseorang yang baru saja kehilangan.

Kau harus cari hal baru agar bisa move on

Baca buku, nge-gym, travelling

Tapi apa yang didapat?Tapi apa yang didapat? Perasaan itu tetap ada. Tetapi penyanyi tersebut sadar, ada satu hal yang bisa dia kendalikan.

Saran Menjadi Kesadaran

Sepanjang verse dan pre-chorus, penyanyi yang merasa kehilangan masih mencoba mendiagnosis sumber kekosongannya:

Ada yang hilang dariku belakangan Sedang tak mudah bertemu rasa senang Sedang kucari yang jadi pencetusnya Mungkin hilangnya atau siklus hidupku

Hal yang menarik disini adalah penulis atau penyanyi disini sudah mengidentifikasi bahwa ada sesuatu yang hilang dari dirinya, bahkan sepertinya sudah tergambar sehingga banyak teman dekatnya menyarankan berbagai macam hal.

Tambah gerak tubuhmu
Baca buku yang baru
Ragam saran brilian
Yang belum kunjung jadi penawar

Tapi ternyata hal tersebut tidak mengobati kegundahan hatinya. Kegundahan yang dia ungkapkan berulang melalui chorus dalam lagu ini.

Mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati tuk apa pun siapa pun
Dan mungkin aku memang sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati tuk apa pun siapa pun

Jika kita melihat lirik ini dari tata bahasa, lirik ini mengandung diagnosa (kemungkinan yang dipikirkan oleh si penyanyi) dan bersifat sementara (kata 'sedang' itu bisa jadi berakhir, bukan 'selalu').

Lirik yang berulang kali ini, menunjukkan bahwa penyanyi ingin menegaskan kepada pendengar apa yang 'mungkin' sedang dirasakannya sementara ini. Nadanya pun terdengar sangat beresonansi sehingga membuat pendengar merasa relate.

Relate dengan kehilangan yang membuat hati merasa kosong dan tidak mau menerima apa pun lagi.

Tetapi, di akhir lagu kita mendengar penulis memutuskan sesuatu. Berhenti mencari saran dan pelarian.

Kulihat mana di kendaliku Teh hijau ini yang di tanganku Di tengah seram sedih yang menghantamku

Kita tidak bisa memegang dunia, dan nasib dunia tidak bergantung kepada kita. Tetapi kita bisa menggenggam teh hijau, dan apa yang terjadi pada teh hijau tergantung pilihan kita.

Apakah kita mau membuangnya? Ataukah meminumnya? Atau memberikannya kepada orang yang tersayang?

Bukan menyelesaikan yang besar, tapi memindahkan fokus ke satu hal kecil yang masih bisa dipegang.

Hal Kecil yang Bisa Kita Kendalikan

Edisi kita kali ini adalah bagaimana menggenggam apa yang bisa kita genggam kali ini. Lagu ini pun menceritakan hal yang sama.

Mencari sesuatu untuk mengalihkan perhatian kita terhadap masalah itu tidak bisa menyelesaikan masalah. Orang lain menyarankan anda untuk terus membaca buku agar lebih berwawasan. Yang lain menyarankan untuk healing, nge-gym, lari, menikah dsb.

Apakah itu akan menyelesaikan masalah? Belum tentu.

Tetapi daripada memilih saran yang terlihat besar, penyanyi menyarankan kita untuk memilih apa yang lebih kecil dan lebih realistis. Kita pegang satu hal yang memang bisa dipegang.

Meskipun sebenarnya, teh hijau secara literal bukan merupakan sebuah solusi kehilangan, tetapi itu adalah titik kendali. Sebesar apa pun permasalahan yang menimpa kita, kita masih memiliki hal kecil yang bisa kita kendalikan.

Jika nilaimu jelek gara-gara gurumu tidak bisa menerangkan, paling tidak kamu bisa mengendalikan cara belajarmu agar kamu mendapatkan insight lain selain dari gurumu.

Jika kamu melamar seseorang dan kemudian ditolak, paling tidak kamu bisa mengendalikan waktu senggangmu untuk memperbaiki diri (alih-alih mempersiapkan pernikahan saat kamu belum siap)

Pada akhirnya, yang ingin ditanyakan oleh penyanyi ini saat kamu mendengarnya adalah:

Kalau kamu sedang menghadapi sesuatu yang jauh lebih besar dari kapasitasmu untuk menyelesaikannya sekarang — apa hal kecil yang sudah ada di tanganmu, yang selama ini belum kamu sadari sebagai bentuk kendali?